Tentang Hati

Selamat pagi,
Hati yang tak juga berani membuka diri
Yang tak juga mati meski berulang kali tersakiti
Yang kemudian perlahan terobati oleh siksa diri
Kita tahu bagaimana logika berusaha menyelamatkanmu
Dengan ia berubah menjadi tameng kokoh
Ia menjaga sang diri tetap waras dengan jiwa yang gila
Lalu kau dengan sekenamu kembali berona
Tidak, tidak sekenamu
Kau masih enggan untuk berwarna kan, Hati?
Ya, kau hanya seolah berona
Atau sebenarnya logika yang belum siap menerimamu hidup kembali?
Mungkin logika yang tak siap untuk tak melindungimu lagi
Lantas jiwa dengan pongah masa bodoh pada semua itu
Si diri kemudian linglung karena semua bagiannya tak selaras
Lantas setelah ini apa?
Sadarlah logika, bagaimanapun hati butuh diisi
Bagaimana pula jadinya jika hati dan logika sama-sama ego?
Tolong, berdamailah demi kita
Bukankah kita telah berjanji untuk saling mengobati?
Bukankah seharusnya semua dendam lalu telah hilang?
Ayolah, sudah saatnya kita bahagia
Jika pun kemudian kita dipermainkan
Ikuti saja alurnya
Sesekali bermain dengan hati adalah menyenangkan
Setidaknya kita bisa teralih walau sebentar
Kita bisa tertawa walau sesaat, dan kuharap selamanya
Dan kita yang baru
Harus bersiap pada dunia yang baru

Comments

Popular Posts