lama tak menulis di tempat ini. entahlah, aku hanya bingung ingin menulis apa.maka kemudian menuliskan kebingungan itu sendiri. otakku rasanya mati karena lama tak digunakan. aku bingung bagaimana bisa aku benar-benar bisa tidak berproduksi apapu. dalam hal ini karya. Tapi ralat, kemarin ada satu. Dan hanya itu untuk setahun ini. oke, sampai saat ini.
Kemudian aku dipenuhi ketakutan. Kau tahu kan aku seorang pemimpi ulung. dan bagaimana jika mimpi itu kemudian selamanya menjadi mimpi? Satu-satunya alasanku bermimpi adalah untuk mewujudkannya. Lantas bagaimana mungkin jika setiap waktu berlalu begini?
sehari-hari hanya buka jejaring sosial, bermain game, mendengar musik, mencuci piring, tidur kemudian tidur dan main game lagi. Jangan kau kira aku tak bosan. ini sangat membosankan. Hanya saja aku seperti terjebak dalam rutinitas yang aneh ini. Untuk keluar pun rasanya malas. Lantas bagaimana caranya semua mimpi itu terwujud? Menenggelamkannya begitu saja? oh, tak bisa. tak boleh begitu.
sepertinya aku butuh pengalih lain yang membuatku sangat sibuk. Ini akan sangat membantu untuk mengingatkanku bahwa aku tak punya banyak waktu, bahwa aku harus segera menyelesaikannya. bahwa aku masih punya begitu banyak pekerjaan yang harus selesai dalam waktu yang singkat. Setidaknya kesibukan yang setara dengan waktu-waktu yang lalu.
dan sialnya keketatan waktu itu tidak akan berhasil jika aku yang menetapkannya. Harus ada institusi, atau barangkali orang yang tegas padaku yang memang layak untuk tegas padaku yang harus jadi pengingat. Sebuah pekerjan munngkin,ya dalam arti harfiah orang awam. kerja, kantor atau semacam itu. tapi tak ada dukungan untukku.
lantas sekarang apa?
Kemudian aku dipenuhi ketakutan. Kau tahu kan aku seorang pemimpi ulung. dan bagaimana jika mimpi itu kemudian selamanya menjadi mimpi? Satu-satunya alasanku bermimpi adalah untuk mewujudkannya. Lantas bagaimana mungkin jika setiap waktu berlalu begini?
sehari-hari hanya buka jejaring sosial, bermain game, mendengar musik, mencuci piring, tidur kemudian tidur dan main game lagi. Jangan kau kira aku tak bosan. ini sangat membosankan. Hanya saja aku seperti terjebak dalam rutinitas yang aneh ini. Untuk keluar pun rasanya malas. Lantas bagaimana caranya semua mimpi itu terwujud? Menenggelamkannya begitu saja? oh, tak bisa. tak boleh begitu.
sepertinya aku butuh pengalih lain yang membuatku sangat sibuk. Ini akan sangat membantu untuk mengingatkanku bahwa aku tak punya banyak waktu, bahwa aku harus segera menyelesaikannya. bahwa aku masih punya begitu banyak pekerjaan yang harus selesai dalam waktu yang singkat. Setidaknya kesibukan yang setara dengan waktu-waktu yang lalu.
dan sialnya keketatan waktu itu tidak akan berhasil jika aku yang menetapkannya. Harus ada institusi, atau barangkali orang yang tegas padaku yang memang layak untuk tegas padaku yang harus jadi pengingat. Sebuah pekerjan munngkin,ya dalam arti harfiah orang awam. kerja, kantor atau semacam itu. tapi tak ada dukungan untukku.
lantas sekarang apa?
Comments
Post a Comment