Teman?
Kalian semua punya tempat cerita
Kalian tahu harus berlari pada siapa ketika penat menumpuk padat
Aku?
Hanya bisa kutelan semua itu sendiri
Mau cerita pada siapa?
Siapa yang membuka telinganya untuk mendengar?
Kamu? Dia? Mereka?
Kalian bilang aku yang tak mau mendengar
Benarkah?
Lantas ketika kubiarkan telingaku terbuka,
mengapa pula tak kalian isi dengan cerita?
Kemudian aku hanya bisa bertanya-tanya
Begitu besarkah salahku dalam hidup?
Tak pantaskah aku disebut teman?
Aku luka, dalam.
Menyembuhkan sendiri luka, hanya akan mebuat luka baru.
Lantas kubiarkan dia mati
Hingga tak akan ada lagi rasa
Tak akan ada harap pada apa itu teman
Dan yang kutemukan
Teman, bukan untukku
Kalian tahu harus berlari pada siapa ketika penat menumpuk padat
Aku?
Hanya bisa kutelan semua itu sendiri
Mau cerita pada siapa?
Siapa yang membuka telinganya untuk mendengar?
Kamu? Dia? Mereka?
Kalian bilang aku yang tak mau mendengar
Benarkah?
Lantas ketika kubiarkan telingaku terbuka,
mengapa pula tak kalian isi dengan cerita?
Kemudian aku hanya bisa bertanya-tanya
Begitu besarkah salahku dalam hidup?
Tak pantaskah aku disebut teman?
Aku luka, dalam.
Menyembuhkan sendiri luka, hanya akan mebuat luka baru.
Lantas kubiarkan dia mati
Hingga tak akan ada lagi rasa
Tak akan ada harap pada apa itu teman
Dan yang kutemukan
Teman, bukan untukku
Comments
Post a Comment