Nyamuk

Nyamuk. Entah bagaimana nyamuk menyeruak begitu saja ke dalam kepala ingin dijadikan bahan tulisan. Serangga kecil ini sangat mengganggu bagi orang-orang. Bagaimana tidak, penghisap darah ini suka bikin orang terbangun dari tidur karena dengingannya. Atau sekadar mengganggu ketika asyik menonton televisi di ruang tengah. Keberadaannya bikin orang punya hobi menepuk-nepuk di udara. Nyamuk ya begitu itu.

Bagaimana saya bisa teringat nyamuk? Jadi selama di Palembang, saya menyadari bahwa saya tidak pernah menadapati diri menepuk-nepuk ke udara. Ya, di rumah, saya punya hobi menepuk nyamuk. Bangkai-bangkai nyamuk itu kemudian saya kumpulkan dan segera saja dikerubungi semut. Melihat semut-semut itu bekerja sama mengangkut bangkainyamuk jadi hiburan tersendiri bagi saya.

Kembali ke urusan nyamuk, saya kira ketiadaannya di rumah yang saya tumpangi adalah berkah yang wajib disyukuri. Begini, tidur yang tidak terganggu oleh dengingan nyamuk, atau rasa gatal akibat gigitannya sungguh menghasilkan tidur berkualitas. Tidur berkualitas akan berimbas pada badan yang segar ketika bangun. Badan yang segar menjadikan mood yang baik. Nah, itu akan membantu saya melewati hari dengan gembira.

Palembang ini panas. Biasanya akan sulit buat saya untuk tidur nyenyak. Bayangkan jika sudahlah panas, banyak pula nyamuk berkeliaran di sekitar kita. Bagaimana nasib tidur nyenyak yang didambakan?

Tuan rumah yang saya tumpangi memang begitu peduli pada keberadaan nyamuk. Pintu jarang sekali terbuka. Dan baiklah, di rumah kedua yang saya tumpangi, saya diberi sebuah kamar ber-AC, jadi tidak panas. Hahahaha


Inti dari tulisan tak penting ini adalah betapa hal-hal kecil yang kau temui pun sebenarnya wajib disyukuri. Betapa hal-hal yang kau anggap sepele pun menyimpan berkah melimpah jika kau merendahkan hatimu untuk menguaknya. Seperti kata Tuhan, tidak ada yang sia-sia yang Ia ciptakan di bumi ini.

Comments

Popular Posts