Pertemuan (Tak) Disengaja
Ini tentang bagaimana sebuah pertemuan yang tak direncanakan.
Ia mengalahkan pertemuan lalu, yang telah dirancang berbulan lamanya, namun
gagal. Pertemuan lalu, direncanakan untuk merayakan pergantian tahun di sebuah
tempat dambaan, Rinjani. Saat itu, tiga orang yang begitu bersemangat, satu
dari Medan, satu dari Kalimantan dan satunya lagi dari Makassar. Satu dan lain
hal, hanya satu yang jadi membeli tiket ke Lombok. Ia kecewa tentu, tapi
bagaimana bisa ia marah?
Lalu tanpa direncanakan, dua tahun setelahnya, dua
diantaranya bertemu begitu saja di Palembang. Hanya melihat kabar di media
sosial, salah satunya menghubungi yang satu lagi. Kalimantan (sekarang sudah
pindah ke Baturaja) menghubungi Medan. Singkat, dan pertemuan terjadi.
Tanpa direncakan pula mereka memilih berjalan ke mana saja. Mulanya
mencari kudapan khas, lalu dengan asal menyebut nama satu tempat. Ke sanalah
mereka. Tidak berekspektasi, tidak banyak rencana. Sedikit saja mengarungi Sungai
Musi. Menertawakan betapa biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan apa yang
dituju. Tanpa malu-malu jadi diri sendiri dan membuat yang lain terperangah tak
menyangka.
Lalu kopi membuat mereka duduk kembali menikmati Ampera yang
sibuk di sore hari. Yang satu mengkhayal sedang berada di Sungai Sheine,
satunya lagi membayangkan usaha apa yang bakal dilakukannya setelah bosan bekerja.
Pertemuan itu terjadi begitu saja di antara dua petualang waktu. Pembicaraan mengalir
begitu saja tanpa ide cerita tanpa susunan yang tegas.
Semesta selalu saja punya caranya sendiri membujuk kaki untuk
melangkah. Ia rencanakan sebuah tempat yang tak direncanakan si empunya kaki. Semesta
suka saja menggiring penghuninya ke tiap sudut mana saja. Tak peduli dengan
rencana atau tidak, tak peduli seorang diri atau berteman.
Kemudian pertemuan itu menghasilkan sebuah rencana pertemuan
yang lain. Membayar kegagalan pertemuan Rinjani yang kami sebut penundaan. Mungkin sebelumnya Semeru bisa jadi pilihan. Si
Makassar tentu akan diajak kembali. Atau mungkin siapa saja yang ingin
bergabung, kami tak membatasi. Atau jangan-jangan, semesta telah merencanakan
pertemuan tak disengaja dengan orang lain lagi di sana. Tentu sangat
menyenangkan
Comments
Post a Comment